Pengaruh Pemberian Hidrokuinon Terhadap Perkembangan Fetus Mencit (Mus musculus L.) Swiss Webster

Rubiyati Rubiyati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hidrokuinon terhadap perkembangan fetus mencit. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-April 2014 di Laboratorium Penelitian dan Pengujian terpadu Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hidrokuinon diberikan secara intraperitoneal pada hari ke-6 kebuntingan dengan dosis 10 mg/kgbb, 20 mg/kgbb dan 30 mg/kgbb. Pada hari ke-18 kebuntingan, induk mencit ditimbang kemudian dibedah untuk diambil fetusnya. Fetus ditimbang kemudian dihitung jumlah fetus hidup, fetus mati dan kecacatan. Data dianalisa menggunakan Anova satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s.

Hasil penelitian membuktikan bahwa hidrokuinon mampu menurunkan berat badan induk mencit, serta menurunkan jumlah dan berat badan fetus pada semua dosis yang diuji. Hidrokuinon dapat menimbulkan kecacatan pada fetus seperti NTDs, kecacatan telinga, tungkai belakang, tungkai depan, jari tungkai depan, ekor dan kulit. Kematian fetus (IUFD) belum berbeda nyata bila dibandingkan dengan kelompok pembanding, kelompok kontrol dan tidak ditemukan fetus yang resopsi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hidrokuinon dapat mempengaruhi perkembangan fetus mencit (Mus musculus L.) Swiss Webster yang berupa penurunan berat badan dan jumlah fetus hidup, serta meningkatkan kecacatan pada tungkai belakang, ekor serta okronosis.


Full Text:

PDF

References


Burgaz S, Ozcan M, 1994. Effect of hydroquinone (HQ) on the development of chick embryos. Drug Chem Toxicol 17:163-174.

Darmono, 2001. Hidrokinon dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Universitas Indonesia .Press. Jakarta.

Deisinger, 1996. Human exposure to naturally occuring hydroquinon. Journal of Toxicology and Environmental Health. 47: 101-116.

Gilbert, Scott. F. 1991 Developmental Biology. ( 3th Edition). Sinawer Associates, Inc. Massachusetts, USA. P. 34-37

Hutahean, 2002 .Perkembangan Embrio Mamalia. Jakarta. FKM, Universitas Indonesia, Jakarta

Kimbal, 1994.Biologi Edisi Kelima; Jilid 2. Erlangga, Jakarta

Leeson, C. R., T. S. Lesson, and A. A. Paparo. 1996. Buku Ajar Histologi (Textbook of Histology). EGC, Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. Hal 132-155

Lu, 1995. Toksikologi Dasar: Asas, Organ Sasaran, dan Penilaian Resiko. Penerjemah Edi Nugroho, Zunilda S. B, dan Iwan Darmansyah. Universitas Indonesia Press, Jakarta

Maibach, H.I, 1997. Exogeneus ochronosis an overview. Journal of dermatological treatment, In press.

Meiniel R. 1977. Teratogenesis of axial abnormalities induced by an organophorphorus in the avian embryo. Wilhelm Roux Arch. Dev. Biol. 181(1),71-82.

Paine, 2010. Nutrition and Pregnancy Weight Gain for Optimal Birth Outcomes.New Zealand College of Midwives Journal(43), 10-12.

Rugh R, 1968. The mouse its Reproduction and development. Burgers publishing Co. p. 96, 237, 251, 276.

Shalka, 1985. Influence of Hydroquinone of Reduced Body Weight and Abnormal Development Fetus Rats, Sbornik Vysoke Skoly Zemedelske V Brne, Rada B, 12 (4): 491 – 494.

Taylor P, 1986. Practical Teratology.London Academic Press.

United kingdom of health and safety executive (UKHSE), 1993. Unpublished information U.S. Environmental Protection Agency, RMI briefing paper on hydroquinone.

Whysner, J., Verna, L., Inggris, JC, dan Williams, GM (1995). Studi Analisis of Neural Genity Cause by Hidroquinon. Toksikologi and Farmakologi. 21:158-176.

Wilson, Warkany, 1975. Teratology Principles and Techniques. University of Chicago Pres, Chicago IL.

Wisterhof, 1997. A few more grains of melanin. Int. J, dermatol 573-4.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  

 

Creative Commons License

Jurnal Penelitian Sains (JPS) Published by UP2M, Faculty of Mathematic and Natural Science Sriwijaya University is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats