Asosiasi Gastropoda Dengan Lamun (Seagrass) Di Perairan Pulau Tangkil Lampung

Puspa Deka Sari, Tengku Zia Ulqodry, Riris Aryawati, Isnaini Isnaini

Abstract


Komunitas gastropoda merupakan salah satu komponen penting dalam rantai makanan di padang lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, kerapatan lamun, kepadatan gastropoda, indeks komunitas gastropoda dan hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan gastropoda di Perairan Pulau Tangkil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2018, dengan menggunakan metode transek linier kuadrat 1x1 m. Pengambilan data dilakukan di 4 stasiun, dimana setiap stasiun dibagi menjadi 3 transek dan pengukuran parameter fisika dan kimia perairan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian di Pulau Tangkil ditemukan 16 jenis yang terdiri dari 6 ordo, 8 famili gastropoda. Nilai kepadatan tertinggi jenis gastropoda didominansi oleh jenis Turridae sp, sedangkan untuk lamun diperoleh 3 spesies, 2 ordo dan 3 famili. Kerapatan lamun tertinggi adalah jenis E. acoroides dengan nilai kerapatan 2- 48 tegakan/m2. Kerapatan lamun dengan kepadatan gastropoda di Pulau Tangkil memiliki hubungan yang sedang dengan nilai korelasi 0,6693, dan bersifat asosiasi positif. Nilai indeks keanekaragaman gastropoda 1,695 yang dikategorikan sedang, indeks keseragaman 0,9425 yang tergolong stabil dan indeks dominansi 0,1925 yang tergolong rendah.

Full Text:

PDF

References


Alfathoni MHT, Karlina I, Jaya YV. 2017. Hubungan kerapatan lamun terhadap kelimpahan gastropoda di Desa Tanjung Siambang, Dampak Tanjungpinang Kepulauan Riau. Jurnal Kelautan. 1(1):6.

Arbi CY. 2011. Struktur komunitas moluska di padang lamun Perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara. Jurnal Oseanologi dan Limnologi diIndonesia. 37(1):5.

Asriani WO, Emiyarti, Ishak E. 2013. Studi kualitas lingkungan di sekitar pelabuhan bongkar muat Nikel (Ni) dan hubungannya dengan struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Desa Motui Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Mina Laut Indonesia. 3(12):11.

Dahuri R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut. Jakarta: Gramedia.

Fachrul MF. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara. hlm 146-154.

Gosari BAJ dan Abdul H. 2012. studi kerapatan dan penutupan jenis lamun di Kepulauan Spermonde. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 22(3):4.

Handayani EA. 2006. Keanekaragaman jenis gastropoda di Pantai Randusanga Kabupaten Brebes Jawa Tengah. [Skripsi]. Semarang: Universitas Negeri Semarang. 85 hlm.

Harminto S. 2003. Taksonomi Avertebarata. Jakarta: Universitas Terbuka. hlm 24-26.

IrawanW. 2008. Struktur komunitas moluska (Gastropoda dan Bivalvia) serta distribusinya di Pulau Burung dan Pulau Tikus, Gugusan Pulau Pari Kepulauan Seribu. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. 25 hlm.

Junaidi. 2017. Analisis hubungan kerapatan lamun terhadap kelimpahan makrozoobentos di Perairan Selat Bintan Desa Pengujan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. [Skripsi]: Universitas Riau.74 hlm.

Latuconsina H, Sungadji M, La Dawar. 2013. Asosiasi gastropoda pada habitat lamun berbeda di Perairan Pulau Osi Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 23(2):9.

Marbun F. 2017. Asosiasi gastropoda dengan lamun di Perairan Kampung Bugis Kabupaten Bintan. [Skripsi]. TanjungPinang. Universitas Maritim Raja Ali Haji. 69 hlm.

Nontji A. 2010. Pengelolaan dan Rehabilitasi Lamun. Jakarta: Djambatan. Hlm 157-161.

Nugroho KD, Suryono CA, Irwani. 2012. Struktur komunitas gastropoda di Perairan Pesisir Kecamatan Gemuk Kota Semarang. Journal of Marine Research. 1(1):7.

Nur C. 2011. Inventarisasi Jenis lamun dan gastropoda yang berasosiasidi Perairan Pulau Karampuang. [Skripsi]. Universitas Hasanuddin Makassar.70 hlm.

Nurjanah. 2013. Keanekaragaman gastropoda di padang lamun perairan Kelurahan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. [Skripsi]. Universitas Maritim Raja Ali Haji. 68 hlm.

Patty SI, Rifai H. 2013. Struktur komunitas padang lamun di perairan Mantehage, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Platax. 1(4):3.

Pratiwi R. 2010. Asosiasi krustasea di ekosistem Padang Lamun Perairan Teluk Lampung. Jurnal Ilmu Kelautan. 15(2):6.

Rasid M. 2012. Pola sebaran dan densitas populasi kerang bulu di pantai kawal Bintan Kepulauan Riau. Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang Kepulauan Riau.60 hlm.

Supriadi, Richardus F, Kiswadji, Bengen DG, Hutomo M. 2012. Produktivitas komunitas lamun di Pulau Barrang Lompo Makassar. Jurnal Akuatika. 3(2):5.

Syari AI. 2005. Asosiasi gastropoda di ekosistem padang lamun Perairan Pulau Lepar Kepulauan Bangka Belitung. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.68 hlm.

Yulinda E, Efriyeldi, Yoswaty D. 2018. Korelasi antara kerapatan lamun dengan kepadatan gastropoda di perairan pulau Poncan Gadang Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Kelautan. 1(1):13.

Yusniati. 2015. Jenis-jenis lamun di Perairan Laguna Tasilaha dan pengembangannya sebagai media pembelajaran biologi. JurnalSains dan Teknologi Tadulako. 4(1):2.

Wahab I, Kawaroe M, Maddupa H. 2018.Perbandingan kelimpahan makrozoobentos di ekosistem lamun pada saat bulan purnama dan perbani di Pulau Pangang Kepulauan Seribu Jakarta. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 10(1):10




DOI: https://doi.org/10.36706/jps.v21i3.546

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


   

  

 

 

Creative Commons License

Jurnal Penelitian Sains (JPS) Published by UP2M, Faculty of Mathematic and Natural Science Sriwijaya University is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats