Perbedaan Jumlah Koloni Jamur Trichophyton rubrum pada Media Sabouraud Dextrose Agar dan Modifikasi Glukosa 3gr

Natalia Natalia

Abstract


Jamur merupakan salah satu penyebab penyakit infeksi terutama di negara-negara tropis. Jamur yang dapat menyebabkan infeksi salah satunya adalah Trichophyton rubrum. Pemeriksaan laboratorium untuk kultur jamur Trichophyton rubrum ini menggunakan media SDA (Sabaroud Dextrose Agar). Penambahan glukosa dimaksudkan meningkatkan tingkat kesuburan pada media SDA (Sabaroud Dextrose Agar) yang akan membantu proses pertumbuhan koloni jamur Trichophyton rubrum menjadi lebih banyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni jamur Trichophyton rubrum pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dan modifikasi dengan glukosa 3 gr. Metode: metode penelitian yang digunakan adalah true experimen. Sampel yang digunakan strain biakan Trichophyton rubrum yang disetarakan dengan standar 0,5 Mac Farland dengan pengenceran 102. Data hasil penelitian diperoleh dengan menghitung jumlah koloni jamur Trichophyton rubrum pada hari ke 6. Hasil: Rata rata jumlah koloni jamur T.rubrum pada media SDA sebanyak 142, sedangkan media modifikasi glukosa 3 gr sebanyak 204. Nilai p=0.000 dengan taraf signifikansi 2 arah (α=0.05) maka p<α. Simpulan: Maka terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah koloni jamur T.rubrum pada media SDA dan media modifikasi dengan glukosa 3 gr, dan media modifikasi dengan glukosa 3 gr dapat menjadi media alternatif untuk memperbanyak pertumbuhan jamur.

Full Text:

PDF

References


Rosida Fatma, Ervianti Evy (2017). Penelitian Retrospektif: Mikosis Superfisialis. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. 29(2).

Teklebirhan G, Bitew A (2015). Prevalence of Dermatophytic Infection and the Spectrum of Dermatophytes in Patients Attending a Tertiary Hospital in Addis Ababa, Ethiopia. Hindawi, (2015) ID: 653419.

Peres NT de Aguiar, Maranhao FC Albuquerque, Rossi A, Rossi NM Martinez (2010). Dermatophytes: Host-Pathogen Interaction and Antifungal Resistance. Anais Brasileiros de Dermatologia, 5(85): 658.

Kurniati, Rosita Cita SP (2008). Etiopatogenesis Dermatofitosis. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 20(3):243-250.

Jawetz, Melnick, Adelberg (2017). Mikrobiologi Kedokteran Edisi Dua Puluh Tujuh. Jakarta: EGC, pp:73-78.

Behzadi P, Behzadi E, Ranjbar R (2014). Dermatophyte fungi: Infections, Diagnosis and Tresatment. SMU Medical Journal, 1(2): 50-59.

Bastian, Aeni MN, Kurniawan Ian (2017). Perbedaan Jumlah Koloni Jamur Trichophyton rubrum Pada Media Sabauraud Dextrosa Agar (SDA) dan Media Modifikasi Dengan Ubi Kayu. Avoer IX, ISBN: 978-979-19072-1-7.

Nuryati A, Nuryani S, Ramadhani AR (2015). Pengaruh Penambahan Variasi Konsentrasi Gula Pasir Pada Media Sabauraud Dextrosa Agar (SDA) Terhadap Pertumbuhan Jamur Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Teknologi Laboratorium, 4(2): 96-100.

Jutono (1980). Pedoman Praktikumn Mikrobiologi Umum. Yogjakarta, Indonesia: Fakultas Pertanian UGM.

Cappuccino, J.G. & Sherman N. (2014). Manual Laboratorium Biologi. Jakarta, Indonesia: EGC.

Getas IW, Wiadnya Ida BR, Waguriani LA (2014). Pengaruh Penambahan Glukosa dan Waktu Inkubasi Pada Media SDA (Sabauraud Dextrosa Agar) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. Media Bina Ilmiah, 8(1) ISSN: 1978-3787.

Sari EP (2007). Pengaruh Macam, pH, dan penggoyangan Media Terhadap Pertumbuhan Cendawan Fusarium oxysporum. Institute Pertanian Bogor. Skripsi.

Wahidah BF, Saputra FA (2015). Perbedaan Pengaruh Media Tanam Serbuk Gergaji dan Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Biogenesis. 3(1) ISSN 2302-1616.

Wulandari E (2012). Pemanfaatan sebagai Sumber Karbohidrat untuk Perkembangbiakan Mikroorganisme. Limbah Molas. 2(5). ISSN: 565-572.

Husseine AA (2005). Perfect Media for Isolation of Fungi from Patients with

Dermatophytosis Journal of The University of Kerbala, 3 (12): 18-21.

Octavia Artha, Wantini Sri (2017). Perbandingan Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Pada Media PDA (Potato Dextrose Agar ) dan Media Alternatif. Jurnal Analis Kesehatan, 6(2).




DOI: https://doi.org/10.26554/jps.v23i3.644

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


   

  

 

 

Creative Commons License

Jurnal Penelitian Sains (JPS) Published by UP2M, Faculty of Mathematic and Natural Science Sriwijaya University is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats