Analisis Kinerja Gasifier Downdraft Bahan Baku Tempurung Kelapa dan Pelet Sekam Padi Ditinjau dari Komposisi Syngas dan Nilai Kalor

Eyza Recwika Al-Insyrah, Ida Febriana, M Revanza Fadhlurrahman, Yohandri Bow

Abstract


Seiring dengan perkembangan industri, kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat. Sumber energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam, sementara energi terbarukan masih dianggap sebagai alternatif. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan energi fosil adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan, seperti biomassa. Contoh sumber energi alternatif dari biomassa adalah tempurung kelapa dan pelet sekam padi. Biomassa dapat menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, salah satunya melalui proses gasifikasi. Penelitian ini menggunakan jenis gasifikasi downdraft. Variabel yang divariasikan dalam penelitian ini adalah komposisi bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu reaktor optimum sebesar 750 oC dicapai pada komposisi bahan baku 50% tempurung kelapa dan 50% pelet sekam padi. Waktu nyala api optimum tercatat selama 42,7 menit pada komposisi bahan baku yang sama, sementara waktu nyala terendah tercatat selama 27 menit. Efisiensi termal tertinggi sebesar 58,39% juga dicapai pada komposisi bahan baku 50% tempurung kelapa dan 50% pelet sekam padi, sedangkan efisiensi termal terendah sebesar 30,23% ditemukan pada komposisi bahan baku 100% tempurung kelapa. Nilai kalor berbanding lurus dengan efisiensi termal, karena semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan, semakin besar pula efisiensi termalnya.

Full Text:

PDF

References


Heru, M., Ilminnafik, N., & Mulyono, T., (2014). Pengaruh Equivalence Ratio Terhadap Efisiensi

Termal Proses Gafisikasi Sistem Downdraft Satu Saluran Udara Masuk Dengan Menggunakan

Biomassa Sekam Padi.

Z, Jiajun, dkk. The Thermochemical Conversion of Biomass Into Biofuels. 2019,

https://www.sciencedirect.com/Topics/Engineering/Gasification.

Vidian, F. (2008). Gasifikasi Tempurung Kelapa Menggunakan Updraft Gasifier pada Beberapa

Variasi Laju Alir Udara Pembakaran. Jurnal Teknik Mesin, 10(02), 8893.

Sidik, P., Suwandi., & Nurwulan F. (2021). Analisis Pengaruh Variasi Bahan Bakar Biomassa dan

Pola Tiupan Udara Terhadap Efisiensi Kompor Gasifikasi Tipe Updraft . Analisis Pengaruh Variasi

Bahan Bakar Biomassa dan Pola Tiupan Udara Terhadap Efisiensi Kompor Gasifikasi Tipe Updraft.

Pujiastuti, S. L., Hidayat, R., Fajriani, S., Teknik Kimia Program Studi Sarjana Terapan Teknik Energi

Politeknik Negeri Sriwijaya, J., & Srijaya Negara Bukit Besar Palembang, J. (2017). Co-Gasification

Downdraft System (Viewed From Fuel Flow Air Toward Syngas Product).

Agustina, P., Perotonika, E., Rahinaya, W., Bow, Y., & Aswan, A. (2023). Gasifikasi

Crossdraft Cangkang Kelapa Sawit Ditinjau Dari Variasi Massa Filter Terhadap Produk Syngas

Yang Dihasilkan. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 3(2), 6572.

https://doi.org/10.52436/1.jpti.274

Syarif, A., Aswan, A., Rusnadi, I., Fadhulullah, A., Azizah, N., Teknik, J., Politeknik, K., Sriwijaya, N.,

Srijaya, J., & Bukit Besar, N. (2020). Pengaruh Variasi Laju Alir Udara Dan Filter Terhadap Proses

Gasifikasi Dengan Sistem Downdraft Effect Of Air Flow And Filter Variation On Coal Gasification

Process With The Downdraft System. Jurnal Kinetika, 11(01), 3644.

D.D, Rohmad T. (2018). Pengaruh Komposisi Biomassa Batok Kelapa dan Batubara Terhadap

Performa Co-Gasifikasi Reaktor Bubbling Fluidized Bed Gasifier.

Tumbel, N., Ardi, M., Dan Supardi, m. (2019). Proses Pengolahan Arang Tempurung Kelapa

Menggunakan Tungku Pembakaran Termodifikasi. Jurnal Penelitian Teknologi Industri, 11(2): 83-92.

Nurhilal, O., Dan Sri, D. A. N. (2018). Pengaruh Komposisi Campuran Sabut Dan Tempurung

Kelapa Terhadap Nilai Kalor Biobriket Dengan Perekat Molase,Jurnal Ilmu Dan Inovasi Fisika, Vol

(01), 8-14.

Udjianto, T., Sasono. T., Bambang, P.M. (2021). Potensi Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar

Alternatif PLTBm di Sumatra Barat.

Ependi, D. R. (2017). Studi eksperimental pengaruh temperatur udara inlet zona oksidasi pada

proses.

Dwi Danang, Budiyono Aris, & Ervando Mochamad. (2013). Karakterisasi Briket Dari Limbah

Pengolahan Kayu Sengon Dengan Metode Cetak Panas. Journal of Mechanical Engineering Learning,

(1), 18. file:///C:/Users/user/Downloads/1942-Article Text-3862-1-10-20130924.pdf.

Iqbal Yoisangadji, M., & Adityo Pohan, G. (2022). Analisa Pengaruh Briket Biomassa Dengan Media

Limbah Ampas Kopi Dan Buah Pinus Terhadap Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran. Prosiding SENIATI,

(4), 738744. https://doi.org/10.36040/seniati.v6i4.4969.

A.A, Pratama., D, Shade., & Muhyin. (2018). Pengaruh Komposisi Bahan Dasar dan Variasi Jenis

Perekat Terhadap Nilai Kalor, Kadar Air, Kadar Abu Pada Briket Campuran Sekam Padi dan Tempurung

Kelapa. Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin.

A.A, Pratama., D, Shade., & Muhyin. (2018). Pengaruh Komposisi Bahan Dasar dan Variasi Jenis

Perekat Terhadap Nilai Kalor, Kadar Air, Kadar Abu Pada Briket Campuran Sekam Padi dan Tempurung

Kelapa. Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin.

Qistina, I., Sukandar, D., & Trilaksono. (2016). Kajian Kualitas Briket Biomassa dari Sekam Padi

dan Tempurung Kelapa. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Kimia, 2(2), 136-142.




DOI: https://doi.org/10.56064/jps.v27i1.1058

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


   

 

 

 

Creative Commons License

Jurnal Penelitian Sains (JPS) Published by UP2M, Faculty of Mathematic and Natural Science Sriwijaya University is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats