Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh temperatur, laju alir dan berat katalis Ni-Mo-S/ZAA terhadap hidrocracking tir batubara untuk menghasilkan fraksi bensin dan fraksi kerosin serta kalor pembakaran produk tersebut. Proses hidrocracking tir batubara dilakukan pada temperatur 300-400°C, laju alir gas hidrogen 1-2 mL/det dan jumlah katalis 0,25-1,0 g. Produk hidrocracking tir batubara dianalisa dengan menggunakan alat infra merah, kromatografi gas dan kalorimeter. Hasil analisa menunjukkan bahwa fraksi bensin dan kerosin yang dihasilkan pada temperatur hidrocracking 350°C, laju alir gas hidrogen 1,5 ml/det dan berat katalis 1,25 g mencapai hasil yang maksimum yaitu 20,486 persen untuk fraksi bensin dan 26,552 persen untuk fraksi kerosin. Kalor pembakaran produk hidrocracking tersebut nilainya terletak antara nilai kalor pembakaran bensin dan kerosin yaitu sebesar 48,6419 kJ/g.